7.02.2012

Beauty Review : Burt's Bees Herbal Deodorant

Salah satu beauty product yang jadi benda wajib harus punya buat para beauties adalah deodorant. Wajah cantik, body mulus, tapi klo bau ketiak pasti level kecantikan langsung turun di tingkat minus. >__< Selama ini, dari jaman masa puber sampe udah kerja gini (belum tua yaa catet!!) saya salah satu pemakai setia antiperspirant deodorant. Apalagi jaman puber tuh yang perubahan hormon lagi tinggi dan keringat lebiiih banget, bikin gampang BB, bukan BB cream yaa tapi bau badan.

Pernah denger sie antiperspirant deodorant itu gak sehat, dulu berita yang saya dengar sie karena menghalangi keluarnya racun-racun tubuh yang keluar melalui keringat. Tapi kemudian ada penyanggahnya, bahwa keringat tidak hanya keluar melalui ketiak, melainkan melalui seluruh bagian tubuh. Dan menurut saya hal tersebut make sense banget. So lanjut terus pantang mundur pake antiperspirant deodorant, dan gak bisa pergi kemana-mana tanpa benda tersebut.

Sampai akhirnya aku baca artikel di sebuah blog (just click for full information), yang bilang antiperspirant itu berbahaya. Bukan karena menghalangi keluarnya keringat, tapi karena kandungan/ingredients yang digunakannya. Yaitu aluminum yang terkandung di semua antiperspirant deodorant yang beredar di pasaran dan propylene glycol yang terkandung di deodorant stick yang biasanya bening warna-warni. Omoooo!! 




Dan akhirnya saya "memilih" stop pake antiperspirant deodorant, dan beralih ke Burt's Bees Herbal Deodorant (bukan promosi cuma mau share), saya gak bilang ini 100% aman yaa, tapi ini 100% natural (begitu yang tertulis di kemasannya), dan tidak mengandung aluminum, propylene glycol, paraben. Untuk sementara saya baru pakai ini sebagai pengganti antiperspirant deodorant konvensional. Baca-baca di forum sie ada yang pake crystal deodorant dari L'Occitane, or crystal deodorant spray dari brand lain yang natural juga.


Okay balik lagi ke Burt's Bees Herbal Deodorant, sebelumnya saya googling cari deodorant dengan bahan natural, dan saya pun menemukan websitenya Burt's Bees, sebuah brand yang lumayan famous dari USA mengenai beauty product dan toiletries berbahan natural. Dan syukurlah ada deodorant juga.

Di Indonesia memang belum ada storenya, tapi di negara tetangga Singapore Burt's Bees bisa ditemukan di Sephora, sayangnya dengan harga yang lebih mahal dari harga USA. Akhirnya pas ke Singapore Mei 2012 kemaren saya sempatkan diri deh mampir ke Sephora Singapore. Untuk lokasi Sephora Singapore bisa baca di postingan saya sebelumnya ya Wisata skin care di Singapore. Harga Burt's Bees di Sephora Singapore waktu saya kesana adalah SGD 18. Agak pricey yaa, tapi 1 botol kira-kira bisa untuk 3 bulanan laah.

Size : 115 ml

Ingredients : bisa dilihat on picture bellow.


Tekstur : cair seperti air dan tidak terasa lengket di ketiak. Warnanya juga bening banget, bahkan aku tes semprot di tissue putih dan tissuenya gak berubah warna sama sekali. Tetep putih

Aromanya : herbal bener, ada sedikit aroma citrus/lemon tapi gak terlalu kuat dan di hidung saya ada sedikiiit aroma seperti kare hehe. Yaah masih bisa diterima lah aromanya.

Pada waktu di semprotkan rasanya dingin karena mengandung alcohol denat, kemudian gak berapa lama mengering, gak lengket. Yang jelas deodorant ini gak menahan keringat, jadi klo saya lagi rajin jingkrak-jingkrak ya harus siap-siap agak basah (gak basah heboh bin deras koq). Tapi syukurnya gak bau ketiak yang acem-acem mengerikan itu, cos malemnya sepulang kantor, saya cium baju di bagian ketiak gak bau acem ketek koq (jangan ditiru ini jorok). Saya belum coba sie dipakai berolah raga, udah lama gak olah raga soalnya. ^_^;

Iritasi/gatal-gatal : selama sebulan lebih saya pakai product ini ketiak saya tidak mengalami gatal-gatal or iritasi merah-merah koq.

Brightening effect : berhubung baru sebulan saya tidak melihat perubahan berarti pada warna ketiak saya, tidak makin hitam, tidak juga makin cerah. No problemo lah buat saya

Meninggalkan noda pada pakaian : sepertinya gak yaa, habis mandi pun ketiak saya tidak ada residu yang tertinggal seperti kalau habis pakai antiperspirant deodorant.

Based On My Experience :
(+)
  • Ingredients nya natural, tidak mengandung aluminum, propylene glycol, dan paraben
  • Bentuknya spray
  • Membuat ketiak tidak bau acem
  • Cepat kering, dan tidak terasa lengket
  • Tidak membuat iritasi
  • Tidak meninggalkan residu pada ketiak, dan pakaian
  • Tidak membuat ketiak bertambah hitam
(-)
  • Belum tersedia di Indonesia
  • Tidak menahan keringat
  • Agak pricey dibandingkan dengan deodorant konvensional
  • Mengandung alcohol
  • Aromanya rempah-rempah

Repurchase?? Yes, sudah malah. Saya sudah beli "cadangannya", hehe. Belinya ikut PO di MarketPlaza , dengan harga lebih murah dari beli di Singapore. Rp. 108.000 waktu saya beli. 

Yes I love this product. Oh iya saya bukan mau jelek-jelekin produk deodorant konvensional koq, saya hanya mau share informasi dan saya "memilih" stop pakai antiperspirant deo, yeaah life is a choice, right?

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...