5.20.2012

Preparation : Rakyat Jelata Goes To Singapore

Yap cerita kemaren buat paspor itu karena tahun lalu bulan Mei 2011 saya udah beli tiket promo Air Asia ke Singapore yang PP nya kena Rp 400.000 ajah. Untuk penerbangan tahun berikutnya, yaitu Mei 2012 (penantian yang lama tapi worth yaaah). Yaaaay finaly aku mau jalan-jalan ke luar negeri, sesuatu yang terdengar waaah banget waktu aku masih kecil (thanks Air Asia untuk promo tiket super murahnya), dan alhamdulillah bakalan pake biaya sendiri (tanpa tambahan kucuran dana dari ortu). I'm super proud of my self (walaupun cuma ke negara tetangga.hehe).

Semenjak kerja saya punya impian setidaknya setelah bekerja setahun, tiap tahun setidaknya sekali harus ada schedule jalan-jalan ke provinsi baru di Indonesia yang belum pernah saya kunjungi or ke luar negeri untuk menikmati hasil kerja selama setahun yaa. Yaah menabung penting, tapi menikmati hidup (dan tetep menabung) jauuuh lebih penting. Menghadiahi diri sendiri setelah bekerja setahun itu adalah keharusan yaa menurut saya. Dan alhamdulillah tercapai juga. #terharu #mewek.

Berhubung penerbangan masih setahun lagi lah yaa, jadi buat paspor nanti2 aja pikir saya. Tapi ternyata kebiasaan sistem kebut semalam jaman sekolah n kuliah terjadi lagi. Akhirnya H-14 mau flight baru kelabakan buat paspor dan baru mulai googling tentang jalan-jalan di singapore. Mulai dari apa yang bakal terjadi di bandara Soekarno Hatta, Changi, apa yang boleh dibawa n gak boleh, penginapan murah bersih, transportasi selama di sana, spot menarik buat foto-foto, spot murah menarik untuk belanja, money changer yang ratenya bagus, dan masih banyak lagi. Dan syukurlah sistem kebut saya selalu ampuh n berhasil.


Dari hasil baca-baca pengalaman orang di blog (syukurlah ada blog) jadi tau musti gimana dan mulai mengenal Singapore.

Untuk bandara, karena brangkat tanpa bagasi, jadi yang boleh dibawa ke cabin adalah tas max 7kg (plus-plus koq), so saya memilih bawa ransel (koper kecil boleh sebenernya). Jangan bawa cairan yang ukuran "kemasannya" lebih dari 100ml. Jadi misal bawa parfum yang botolnya 150ml tapi isinya udah tinggal separuh tetep bakalan disita. T_T Trus airport tax di Soekarno-Hatta Rp 150.000 (mahal juga yaah).


Untuk penginapan, saya memilih hostel aja. Itu looh yang sekamar isinya bed bertingkat andalan para backpacker, dan bisa gabung sama tamu-tamu lain. Selain murah dan pikir saya toh cuma mau numpang tidur, dan sisanya keliling Singapore. Berhubung bookingnya H-7 jadilah banyak hostel yang udah full booked. Hostel2 murah yang banyak di rave di FemaleDaily seperti ABC Hostel, The Little Red Dot Hostel, The Hive Hostel pun sudah tinggal kamar sisa yang sekamar bisa sampe 12 bed or more. Akhirnya saya memilih booking di The Mitraa Backpackers Hostel melalui HostelWorld.com (klo mau booking hotel bisa melalui Agoda.com), untuk female room 6 bed (sekamar isinya cewek semua) pesen 2 bed, dan mixed room 6 bed (sekamar isinya bisa cowok dan cewek) pesen 2 bed. Harga permalamnya kena SG $20, include breakfast, kamar AC, wifi, dan resepsionis nya buka 24 jam. Lengkapnya bisa dibaca di Review : Menginap Di The Mitraa Backpackers Hostel Singapore.



Untuk transportasi, MRT tentu saja. Saya banyak googling tentang caranya dan jalur-jalurnya. Seperti kartu yang digunakan untuk naiknya bisa menggunakan EZ Link card or Standart Ticket for single trip. 



EZ Link card ini harganya SG $12 yang terdiri dari SG $7 harga kartunya dan SG $5 isinya, bisa di top up (isi ulang), jadi nanti klo mw naik MRT tinggal tap aja di portalnya. Klo yg standart ticket ini belinya di vending machine, tentukan tujuan, kemudian akan diberitahu harganya (harga tergantung jauh dekat tujuan), masukkan uangnya (bisa kertas or coin), tadaaa ticketmya keluar deh. Kalo ticketnya dibalikin setelah sampai di tujuan, kita bisa dapet SG $1. Hehe. Klo peta MRT bs didapetin di bandara Changi or penginapan koq.

Untuk money changer, pas bulan Mei ini lagi SG Dollar lagi mahal ternyata. Awalnya mw tuker di bank seperti Panin Bank, tapi ternyata harus punya tabungan dsana baru bisa tuker. Akhirnya menurut informasi dari FemaleDaily lagi, Money Changer yang ratenya lumayan itu di Peniti Money Changer Kebon Jeruk, tepatnya antara RCTI dan Siloam Hospital. Jangan lupa telepon dulu paginya, dan konfirm mw tuker brapa, jadi kita bs kena rate pagi.

Spot wajib untuk foto, Merlion Park pastinya. Di Merlion Park bisa foto dengan background lambangnya Singapore si Singa Muntah, Marina Sand Bay Hotel yang ada kapal laut nyangkut di puncaknya itu, Esplanade Theather si gedung durian, dan Singapore Flyer si bianglala raksasa. Lainnya bisa main ke Sentosa Island, foto-foto sama Merlion Raksasa, foto di depan Globe Universal Studio yang tersohor itu, foto-foto di semua spot menarik di Sentosa deh pokoknya.

Spot untuk belanja, souvenir gantungan kunci, kaos, magnet kulkas, dan masih banyak souvenir lainnya di Chinatown. Coklat Merlion best price di Lucky Plaza di daerah Orchard Road. Shopping barang-barang branded yang jadi tempat wajib kunjungnya orang Indonesia kalo ke Singapore adalah Orchard Road. Dan Mustafa Center di daerah Little India, toserba 24 jam yang jual aneka barang mulai dari bahan makanan, sampai alat elektronik.

Makanan Halal, ada the Banquet, food court yang jual khusus makanan halal, adanya di City Square Mall dan Vivocity Mall. Di Lucky Plasa juga ada food court yang jual makanan halal, tinggal liat aja lambang No Pork nya. Kalo masih ragu, tanya aja langsung sama yang jual Halal or gak.

Oke sekian informasi yang berhasil saya kumpulkan sebelum ke Singapore. Dengan berbekal banyak googling dan baca-baca, dijamin ke Singapore kaya' lagi muterin negara sendiri aja. Hehe. Uyeeeaaaaay I'm ready goes to Singapore.

Next : Day 1 : Rakyat Jelata Goes To Singapore.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...