8.16.2010

Cerita Tentang Mimpiku Semalem

Sehabis sahur, sholat subuh, n tadarus seperti biasa gw tidur lagi, cos mata masih beraaat bgt ^_^; Tapi tumben gw terbangun gara-gara mimpi aneh and gw masih bs inget mimpi itu (biasanya terlupakan gtu aja or bahkan kukira bukan mimpi tapi kenyataan...hahaha). Sebelum gw ceritakan mimpinya mohon maklumi segala keanehan yang terjadi ya...yaaaaah namanya juga mimpi...

Di mimpi itu ceritanya deket sawah, trus ada bapak2 ntah bapakku or petani yang lagi nebang pohon n bersih2 sawah (gimana ceritanya sawah dibersihin??haha). Trus tiba2 ada ular, euum warnanya agak gelap ada bercak2 putih trus gak terlalu besar kaya' anaconda tapi cukup besar lah seperti yg ada di TV. Kaget ada ular, gw teriakin tu bapak2 "Pak ada ulaaar awaaaaassss!!!" Dan wuuzzz tu ular melata dengan mulus dan lincahnya menghindari si bapak yang mw nangkep, melewati batang pohon yang tiba2 muncul dari dalem sawah, n tiba2 gw liat tu ular udah nemplok di bahu kakakku (nah loh tiba2 muncul kakakku).


Gw teriakin juga kakakku "Awaaasss mbak ularnya !!!" Nah loh si ular malah meluncur dengan cepatnya ke arah gw, n gw gak kalah gesit lari bagai meluncur ke kamar terdekat (sekarang tiba2 sudah di rumah) dan menutup pintu kamar tepat sebelum ularnya mw masuk ke kamar. Si ular berusaha mendorong pintu kamar tapi jelas kuatan gw kemana-mana laah. N anehnya di mimpi itu itu gw punya memori klo gw sudah biasa menghindar dari ular dan lari (lebih cepat dari ular) masuk ke dalam kamar. Jadi waktu menghindari ular yang ini gw ketakutan tapi cukup pede bahwa gw bakal bisa menghindar lebih cepat. Dan gw pun terbangun!!

Penting gak sie nie mimpi sampe mesti gw sharing lewat blog ini??haha maaf deh klo mnurut pembaca gak penting, tapi bwt gw ini mimpi seperti teguran atau bisa gw bilang cerminan dari diri sendiri. 

Yaaa kata orang mimpi dikejar ular berarti ada yang suka or ada yang mw ngelamar or semacem itulah. Dan menurut tafsir mimpi ala gw mimpi barusan itu seperti gw, klo ada yang berusaha deket gw suka ketakutan, ntah takut karena gw ngerasa nyaman tanpa perlu terbuai "bisa"nya, or takut "pintu" ini bakal hancur or emang tak ingin ambil pusing. Biasanya gw langsung menghindar, menjauh, menutup "pintu", menjaganya agar tidak tergoyahkan. Betapapun sang ular berusaha untuk mengetuknya, membuka, dan bahkan berteriak blum mampu merobohkan pertahanan yang gw buat.

Cara gw mungkin salah, mungkin Yang Maha Penyayang menegur ingin gw belajar mengizinkan pintu itu terbuka, sedikit demi sedikit. Tidak menutupnya rapat-rapat. Tapi banyak pemikiran yang membuatku memiliki beribu-ribu kata "tapi" jika aq membuka "pintu" itu.
  • Pemikiran mengenai orang tuaku yang merupakan kewajiban bagiku ingin memberikan yang terbaik bagi mereka
  • Pemikiran mengenai agamaku yang dengan begini membuatku nyaman tanpa harus menyesal karena pelanggaran-pelanggaran yang sering dilakukan orang2 yang membenarkan segalanya atas nama cinta (dsini gw sebut "bisa ular")
  • Pemikiran mengenai kesetiaan, yang mana sering kulihat hal yang sering mereka sebut suka maupun cinta jalan-jalan kemana-mana, nemplok sana nemplok sini, sebentar kesana sebentar kesini
  • Pemikiran mengenai kesungguhan "si ular", yang mengurusi diri sendiri saja gak pernah sungguh-sungguh, tujuan hidupnya hanya hari ini, sedangkan besok gak pernah dipikirkan. Bagaimana bisa percaya dengan kesungguhan yang seperti itu??
  • Pemikiran gw cukup nyaman and bahagia sekarang, jika terjadi perubahan apakah akan mendatangkan kebahagiaan atau malah pusing, bingung, bahkan sedih??
Walaupun begitu bukan brarti tak ada "sang ular" dalam hidup gw. Berkali-kali "pintu" ini terketuk oleh "sang ular" yang tak sedikitpun ingin mendekatiku ("pintu" ini sudah semakin kebal karena tambalan), dan kadang tak sedikit "sang ular" yang mendekatiku mampu membuka pintu ini tapi harus kututup lagi (walau "pintu" harus retak lagi) karena "tapi-tapi" diatas. 

Gw gak bisa yang pake "tapi", klo gw yakin seharusnya tak ada "tapi", klo sekarang saja ada "tapi" bagaimana nanti kedepannya?? Namun gw yakin atas izin-Nya jika ada "sang ular" yang tepat, diwaktu yang tepat, keadaan yang tepat "tapi" pun tak ada lagi.

Wuaw pemikiran yang panjang dari sebuah mimpi. Klo bingung yasudahlah pemikiran hanyalah pemikiran dan mimpi lebih sering hanyalah bunga tidur. Jadi marilah kita tidur dan biarkan mimpi mewarnai tidur kita. Have a good dream....^__^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...