2.13.2010

Kenapa Kamu Pake Jilbab Din??

Pertanyaan itu sering banget aq denger dari temen-temenku semenjak aq memutuskan untuk berjilbab di usiaku ke 20 th. Awalnya sie bingung mw jelasin gimana akhirnya cuma bilang ini perjanjianku dengan-Nya.

Pertama kali merantau ke Jakarta untuk kuliah gak pernah sekalipun melintas di benakku untuk berjilbab secepat itu. Bahkan ketika Bapak yg nganter aq pendaftaran ulang ngeliat cewek disebelahku yang pake jilbab lagi dianter kakaknya untuk pendaftaran ulang juga, bapak ngomong "Siapa tau dengan merantau ke Jakarta adik bs nyusul pake jilbab ya". Dengan entengnya aq jawab "Insyaallah" sekenanya biar cepet^_^; tanpa kupikirkan benar2 omongan Bapak itu.

Dari lahir hingga SMA aq yang berdarah Jawa tinggal di Bali. Berjilbab adalah hal yang cukup asing untukku bagi wanita muda, kebanyakan dsini yang make kan ibu-ibu, sedangkan gak ada satupun teman sekolah maupun tetangga ku yang berjilbab. Sebagai wanita muslim tentu aq pun ingin berjilbab, tapi setelah jadi ibu-ibu ^_^; karena begitulah yang aq lihat selama ini.


Merantau di Jakarta yang awalnya kukira mengerikan dengan pergaulan bebasnya yang selama ini kulihat di TV ternyata tidak seburuk itu, bahkan dalam hal agama kampusku termasuk yang mengedepankan soal itu. Banyak acara2 keagamaan yang kuikuti ketika awal2 semester membuka mataku tentang berjilbab itu wajib bagi wanita muslim, bahkan menurut salah satu hadist yang kudengar bahwa wanita yang tidak berjilbab mencium aroma surga saja gak bisa, apalagi untuk bertemu Dia di surga-Nya.

Aq tau ibadahku belum sempurna, kata-kataku masih kasar, perilaku pun tidak halus bahkan terkesan tomboy, hapalan doa-doaku tidaklah banyak, dan ilmu agamaku sangatlah cetek. Ingin rasanya aq memperbaiki itu semua dulu, tapi siapa yang tau kapan Dia akan mengambil nyawaku yang tidak berharga ini, entah besok, bulan besok, tahun besok atau bertahun-tahun lagi.

Ketika aq menyadari hal itu umurku masih 19 tahun atau harusnya aq menulis "sudah" 19 tahun. 19 tahun bukan waktu yang sebentar untukku hidup demi diriku sendiri, hidup untuk bermain-main dengan dangkalnya dunia. Lama aq berpikir dan menetapkan hati sehingga aq memutuskan usiaku ke 20 sbg awal titik balikku untuk berjilbab karena-Nya, dan aq yakin Dia akan menjaga ketetapan hatiku untuk tetap menjaga jilbab ini.

Sekarang di usiaku ke 22 yang berarti sudah 2 tahun aq berjilbab, tak pernah sekalipun aq merasa ini hal mudah dan sepele, berkali-kali pikiran gila melayang di benakku utk jalan2 tanpa memakainya..haha tapi klo inget lagi kenapa aq pake pasti akan menguatkanku. Itulah kenapa aq gak pernah memaksa kakakku untuk berjilbab, karena aq tau beratnya komitmen ini jika bukan karena keinginan dan kesadaran diri sendiri.

Sampai sekarang pun aq berusaha gak merasa sok paling benar karena menggunakan jilbab, karena mungkin mereka malah lebih baek kedudukannya dimata-Nya. Aq masih sama dengan aq yang dulu, bukan aq yang sok rajin or sok merasa paling baik. Ini aq apa adanya n berusaha untuk melawan pikiran2 jahat di dalam otakku yang berusaha menyetirku menjauhi kebenaran. Haha....Bismillah....

Dan sekarang klo ada temen lamaku yang tanya "Kenapa kamu pake jilbab Din??" aq bakal jawab "Jangan pernah tanya kenapa seorang wanita muslim pake jilbab"

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...